Tuesday, January 2, 2018

Berdayakan, Bukan Memplonco

comist.me

Berdayakan, Bukan Memplonco 


Seorang pebisnis diharapkan dapat mendorong kerja sama dalam perusahannya. Ini adalah keterampilan bisnis yang pen ting. Membangun sebuah tim merupakan upaya melibatkan orang-orang yang tepat, dan bukan sekedar menempatkan beberapa orang dalam satu tim. Kembangkan kerja sama tim yang efektif dan Anda akan menginspirasi produktivitas, kua litas dan loyalitas karyawan.

Berbagi visi. 


Jelaskan rencana jangka panjang perusa haan dan perkuat hal tersebut secara berkala. Orang orang sering menjadi begitu terfokus pada masalah dan tugas-tugas rutin sesaat sehingga melupakan gambaran besar. Analoginya, ketika beberapa ang gota tim berkonsentrasi untuk memadamkan api, orang lain dapat mendedikasikan lebih banyak waktu untuk memikirkan antisipasinya di masa depan.

Tentukan peran. 


Buat ikhtisar dari tanggung jawab semua orang dalam tim. Ini sangat penting untuk ke suksesan tim. Memahami tugas dan tenggat waktu mereka masing-masing membantu anak buah beker ja sama. Dorong tim untuk menentukan pembagian kerja sendiri. Mereka dapat lebih bertanggungjawab jika berada dalam arahan.

Tetapkan tujuan. 


Anggota tim perlu mengembang kan tujuan individu dan kelompok. Dorong mereka untuk menetapkan tujuan jangka pendek yang teru kur dan bisa dicapai, Begitu pula dengan tujuanjang ka panjang.

Sampaikan informasi. 


Rumor menguras produktivi tas dan moral. Dapatkan respek dari tim Anda dan percayai keterbukaan dan kejujuran. Bagikan infor masi sebanyak yang Anda bisa dan update sesegera mungkin.

Membangun kepercayaan. 


Leader harus dapat diper caya dan diandalkan. Tepati kata-kata Anda. Misalnya Jika Anda menjanjikan hari libur saat tim penjualan memenuhi target, tindaklanjuti hal tersebut. Perla kukan semua anggota tim secara konsisten dan adil dan tidak bermain favorit.

Dengarkan. 


Terbuka pada ide-ide orang lain, teru tama yang dipresentasikan dalam acara sumbang saran formal atau dalam sesi brainstorming. Benar benar pertimbangkan semua saran dan tanggapi yang sesuai. Banyak perusahaan menghabiskan juta an rupiah menyewa konsultan tanpa terlebih dahulu meminta karyawan memberikan saran akan pening katan produktivitas, peningkatan layanan atau lini produk baru.

PERLAKUKAN SETIAP ORANG DENGAN BAIK


Semua orang tahu betapa piawainya bob berosiasilisasi. kawan dan rekannya tidak hanya sebatas golongan tertentu ia tak canggung berhadapan dengan pejabat tak khawatir bicara di depan para lulusan perguruan tinggi meski ia hanya lulusan SMA, juga tak pernah sungkan atau risi ngobrol dengan para tukang becak atau penjaja makanan yang notabene kelas bawah.

Sejak muda, Bob memang tak pernah pilih-pilih teman. Semua orang diajaknya berkawan. Entah dia dari etnis, agama atau kelas ekonomi berbeda, bagi Bob semua orang adalah sama. Sikap ini pun diterapkan saat berhadapan dengan kar yawan, rekan bisnis dan pelanggan.

Khusus kepada orang-orang yang bekerja padanya, atau pada mereka yang belajar bisnis, Bob menyampaikan bhawa salah satu bagian esensial dari leadership adalah kemampuan memberikan evaluasi untuk memperbaiki standar kerja anak buah.

Evaluasi ini juga bertujuan mendorong hasil kerja efektif di masa berikutnya. Umpan balik tidak cukup hanya dengan mengatakan “Kerja Anda belum cukup baik”, “Ini daftar kesalahan Anda dan ini cara memperbaikinya,” atau bahkan jika sedang frustasi sebagai atasan mungkin akan mengatakan se suatu yang kasar seperti “Kerja Anda benar-benar payah.”

Masih banyak manajer yang menganggap penilaian ki nerja karyawan bukan hal penting. Ketika diminta membuat penilaian kinerja tahunan, ia tidak memiliki data. Akhirnya ia membuat review asal-asalan.

Padahal evaluasi penilaian harus dilakukan secara disiplin dan disesuaikan dengan setiap individu. Kritik dan masukan tersebut harus dirancang agar mendukung pengembangan karir karyawan. Alih-alih melihat ke belakang, evaluasi penilaian harus berorientasi ke masa depan. Dengan demikian keterampilan individu terbangun dan tim lebih terarah dalam mencapai hasil dan tujuan.

Bob menguasai seni memberi feedback yang bermakna dan efektif. Memang tidak selalu mudah untuk menjadi pem beri masukan atau kritik, akan tetapi hal itu salah satu tang gung jawab menjadi atasan.

Perlu diingat bahwa umpan balik tidak harus berlaku satu arah, dari atas ke bawah. Evaluasi kinerja seharusnya menye diakan forum bagi karyawan untuk membicarakan harapan mereka tentang perusahaan. Memang mungkin terasa cang gung bagi kedua belah pihak, namun Anda dapat mengeta hui dengan jelas bagaimana cara meningkatkan efektivitas dan kepuasan kerja karyawan. Anda juga bisa tahu metode kepemimpinan yang Anda terapkan menyulitkan mereka atau tidak.

Mulailah dengan Hal Positif 


Selalu ada hal positif yang dapat Anda temukan dari pe gawai Anda, bahkan saat ia melakukan kesalahan sekali pun. Jangan memarahi atau menyalahkan, sebaliknya beri pemahaman yang tulus dan jujur. Ketika Anda meminta seseorang untuk berubah, mulailah dengan cara yang po sitif agar hasilnya juga positif.

Buat Kesalahan Mudah Diperbaiki 


Jika Anda hanya menyalahkan karyawan dan menyuruh nya memperbaiki kesalahan itu tanpa mengarahkannya, maka ia akan langsung demotivasi. Jadi, beri mereka mo tivasi untuk memperbaiki kesalahan, dan buat mereka

tahu bahwa Anda selalu bersedia memberi saran jika di butuhkan agar ia terhindar dari kesalahan-kesalahan di masa depan.

Pujilah Progres, Sekecil Apapun 


Puji karyawan dengan memberikan feedback yang spesi fik mengenai pekerjaan mereka. Misalnya, jangan hanya mengatakan “Terima kasih Anda sudah bekerja keras me ngerjakan laporan ini.” Buat lebih spesifik, misalnya “Teri ma kasih karena melihat kesalahan ketik yang terjadi pada paragraf ketiga dari laporan ini, jika tidak, akan ada masa lah besar dalam rapat nanti.”

Fokus Pada Situasi, Bukan Orangnya 


Ubah kalimat Anda ketika mengkritik seseorang. Misalnya mengganti “Anda selalu terlambat memasukkan laporan” dengan “Laporan itu terlambat masuk” atau “Rencana ini harus diperbaiki,” dan bukan “Rencana yang Anda susun ini kacau balau.” Intinya, jangan menggunakan kata-kata yang dapat di anggap sebagai serangan pribadi. Komentar seperti “Saya tidak suka dan bosan...” atau “Anda begitu bodoh dan ma las.” lebih bersifat sebagai tuduhan ketimbang kritikan.

Mengkritik, Bukan Menyerang 


Gunakan kalimat pasif, bukan kalimat aktif. Kalimat pa sif menggeser perhatian pada masalahnya, bukan orang yang melakukannya. Daripada terus mengatakan tentang betapa buruknya masalah tersebut, jelaskan bagaimana masalah tersebut mempengaruhi Anda.

Spesifik dengan Tanggapan Anda 


Semakin spesifik feedback atau kritikan yang Anda beri kan, semakin cepat ditindaklanjuti oleh anak buah. Kritik yang samar-samar hanya akan membingungkan peneri manya. Contoh kritik yang samar, misalnya “Laporannya sudah bagus, tapi kelihatannya masih kurang. Mungkin masih bisa diperbaiki di sana sini.” Sedangkan kritik atau masukan yang spesifik, misalnya “Laporannya sudah baik, tetapi ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan, pertama formatnya dan kedua reko mendasi akhir.”

Komentari Hal-Hal yang Dapat Ditindaklanjuti 


Inti dari memberikan kritik atau feedbcak adalah untuk membantu orang lain meningkatkan diri. Oleh karena itu, fokuskan kritik Anda pada hal-hal yang dapat dilakukan anak buah daripada hal-hal yang berada di luar kendali nya. Dalam konteks ini, Anda harus memiliki empati. Arti nya Anda harus dapat memahami situasi dan tujuan sese orang sebelum mengktirik mereka.

Berikan Saran untuk Memperbaiki Diri 


Sebuah kritik dapat lebih membangun apabila disertai saran-saran tentang apa yang dapat lakukan untuk me ningkatkan diri. Setiap orang memiliki perspektif masing masing, yang berarti setiap kritik dapat diterjemahkan de ngan cara yang berbeda. Memberikan saran akan mem berikan anak buah ide yang jelas tentang perpektif Anda. Selain itu saran juga bisa dijadikan ajakan untuk segera bertindak. Tanpa hal ini, anak buah akan cenderung menunda-nunda perbaikan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sampaikan saran secara spesifik dan jelaskan secara singkat alasan di balik saran yang Anda berikan.

Jangan Berasumsi 


Memberikan kritik yang membangun bukan untuk mem buat asumsi. Ketika memberikan kritik, lakukan berdasar kan fakta-fakta tentang subyek yang bersangkutan. Tidak perlu untuk membuat asumsi sebab asumsi hanya akan membuat orang terlihat buruk, demikian pula diri Anda, terutama jika ternyata asumsi Anda salah.

comist.me