Sunday, December 31, 2017

GAGAL JUSTRU PEMICU PRODUKTIVITAS

comist.me


GAGAL JUSTRU PEMICU PRODUKTIVITAS


Pernahkah anda mendengar ada orang yang menyuruh orang lain gagal dalam bisnis? jika belum maka anda belum mengenal bob sadino yang sebenarnya. pria ini tak pernah ragu mengajak pebisnis lain untuk gagal. prinsipnya semakin banyak kegagalan yang dialami seseorang semakin ia akan terpacu untuk menjadi produktif dan sukses.

Pebisnis yang produktif menjadi jantung bagi setiap per usahaan, dan dapat meningkatkan branding. Jika produktivi tas berkembang dengan baik, pelanggan akan tertarik ber bisnis dengan Anda. Hal tersebut juga merupakan penggerak utama di balik produktivitas karyawan. Kemampuan business owner membina lingkungan kerja yang menyenangkan akan membantu mempertahankan para karyawan agar terus be kerja bagi perusahaannya.

Seorang karyawan menghabiskan sekitar 8 jam sehari di tempat kerja, itu lebih lama dari waktu tidur malam yang rata rata hanya 6-7 jam. Faktanya adalah kita menghabiskan lebih banyak waktu dengan rekan kerja daripada dengan keluarga. Oleh karena itu, atasan dan rekan kerja memiliki kesempatan untuk mempengaruhi suasana hati kita setiap hari. Seorang pegawai yang termotivasi menciptakan lingkungan positif di tempat kerja. Sebaliknya karyawan yang tidak termotivasi memberikan dampak demoralisasi.

Anda juga tidak memberi motivasi kar yawan untuk menjadi anggota tim yang produktif.

Menunjukkan apresiasi bahwa pekerjaan karyawan mem berikan kontribusi bagi keberhasilan perusahaan akan me ningkatkan keterlibatan karyawan. Anda tidak harus memberi kan fasilitas dan makanan gratis setiap hari (seperti yang di lakukan perusahaan besar, Facebook) sebab ada banyak cara sederhana untuk membuat perubahan, antara lain:

Kenali Mereka


Luangkan waktu untuk mengenal karyawan Anda secara pribadi. Ini penting agar Anda bisa menilai, kemampuan, tujuan, tantangan dan aspirasi mereka. Bagai mana pun juga, setiap orang akan merasa lebih baik jika dipahami dan dihargai.

Kenali Motivasi Mereka 


Motivasi seseorang dalam bekerja adalah faktor yang sa ngat besar dan mempengaruhi performa kerja. Seorang mahasiswa yang bekerja di siang hari dan pergi ke kam pus di malam hari memiliki motivasi kerja yang berbeda dibandingkan seorang single mom yang harus memberi makan dua anak. Memahami motivasi kerja karyawan me mungkinkan Anda untuk menciptakan sistem pendukung yang baik, menguntungkan dan memotivasi setiap karya wan.

Latih, Latih, dan Latih 


Tidak ada yang lebih buruk daripada tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kita merasa seperti tersesat, bingung, dan frustrasi pada waktu yang sama. Seorang karyawan dapat menjadi jauh lebih produktif ketika ia tahu persis apa sebenarnya yang diharapkan darinya. Leader harus memberi anak buah pelatihan untuk melakukan tugas tugasnya. Pelatihan memberikan keyakinan dan keperca yaan diri, yang pada akhirnya mengarah kepada produk tivitas.

Buat Keputusan Sebagai Final 


Karyawan memiliki banyak ide, pendapat dan saran, tapi keputusan akhir harus selalu datang dari atasan. Dengar kan pendapat dan saran dari karyawan sebelum membuat keputusan final akan menunjukkan kepada mereka bahwa mereka adalah bagian dari tim. Hal tersebut akan mem beri mereka perasaan terlibat, bahwa mereka memiliki kontribusi kepada perusahaan. Semakin mereka merasa bahwa suara mereka didengar, semakin tinggi kontribusi yang akan mereka berikan.

Karyawan Juga Manusia 


Karyawan memiliki kehidupan di luar tempat kerja, dan hal tersebut seringkali harus diprioritaskan. Karyawan Anda mungkin seorang single mom yang tidak memiliki babysitter. Karyawan Anda yang bekerja sambil kuliah juga mungkin harus menghadiri sidang kelulusan. Hor mati dan pahami kehidupan karyawan di luar tempat ker ja. Dengan demikian, Anda akan memiliki seorang pekerja yang menghargai Anda dan lebih produktif.

Fasilitasi dengan Peralatan yang Tepat 


Pastikan bahwa peralatan sehari-hari di kantor berfungsi! Tidak ada yang lebih menjengkelkan dari laporan bahwaan dan keterbukaan dari mereka, berkomunikasilah secara jelas dengan mereka.

Anda Adalah Arsitek 


Komunikasikan visi yang jelas ke arah mana Anda ingin tim bergerak. Bicarakan bagaimana cara untuk sampai ke sana, dan minta mereka bekerja sama dan berpartisi pasi. Perkenalkan peluang untuk memecahkan masalah bersama-sama. Dorong pengambilan risiko, dan akui ke gagalan. Sebagai leader, berikan anak buah ruang untuk berpikir dan berkontribusi. Setelah itu Anda bisa melang kah keluar dan membiarkan mereka melakukan dengan caranya.

comist.me